Saturday, 20 October 2012

Dua Saksi Allah (Why 11:3-13)





DAFTAR ISI
LEMBARAN JUDUL
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..
BAB I  PENDAHULUAN…………………………………………………………………….
a.       LATAR BELAKANG……………………………………………………………….
b.      PENULIS………………………………………………………………………………
c.       TANGGAL PENULISAN…………………………………………………………….
d.      TUJUAN PENULISAN……………………………………………………………….
e.       PENERIMA……………………………………………………………………………
f.       HIPOTESA…………………………………………………………………………….
g.      RUANG LINGKUP……………………………………………………………………
BAB  II  ISI…………………………………………………………………………………….
A.    Kedua Saksi……………………………………………………………………………
ü  Pohon Zaitun…………………………………………………………………..
ü  Kaki Dian……………………………………………………………………...
B.     Siapakah Kedua Saksi Tersebut ……………………………………………………...
C.     Pandangan PenulisTentang Kedua saksi…………………………………………….
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………
A.    Kesimpulan…………………………………………………………………………… De JeLover'sDavnny.Blogspot.com
B.     Saran ………………………………………………………………………………….. 12                                                                                                         





B A B  I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Kitab ini (wahyu) merupakan satu kitab dari 27 kitab PB yang ada.yang berbicara tentang banyak hal. Salah satunya: tentang dua saksi Allah yang dikatakan bahwa mereka akan bersaksi ditengah-tengah kesengsaraan besar.

B.     PENULIS
Kitab wahyu 1:1,4,9 dan pasal 22:8 menyatakan tanpa penjelasan bahwa kitab wahyu di tulis oleh. Yohanes.oleh karena tidak ada keterangan tentang seorang Yohanes yang lain,maka menurut penulis, Yohanes yang di maksudkan adalah Rasul Yohanes.Justinus Martyr menulis dalam dialog dengan. Trypho (tahun 135) bahwa Rasul Yohanes adalah penulis kitab wahyu.peryataan itu dapat di terima. Kebenarannya karena,selama beberapa tahun Justinus tinggal di efesus.Eusebius,Irenus,Clement, Origent,Tertulianus dan Hippolytus juga mendukung pengertian ini,bahwa Rasul Yohanes sendiri penulis kitab wahyu.

C.    TANGGAL PENULISAN
Menurut sarjana zaman ini,kitab wahyu di tulis pada masa kerajaan kaisar Domitianus di roma
(tahun 81-96),atay paada akhir kerajaan kaisar Nero (tahun 54-68).

  D.  TUJUAN PENULISAN
Kitab di tulis dan di kirim kepada orang-orang kristendari ke-7 jemaat untuk mendorong,menegur dan, Membesarkan hati mereka(dan hati kita)hal ini di ungkapkan secara jelas melalui tegiran-teguran. Tuhan Yesus dan janji kemenangan-Nya yang akan mengalahkan segala kejahatan yang mengancamMereka.selaian kitab ini di tulis untuk menentang supaya mereka bertobat atau supaya mereka, Berdiri tegak,sesuai dengan mereka masing-masing.dengan demikian,jika mereka menanti apa yang Mereka tulis dalam kitab ini mereka akan turut bersukacita karena Tuhan Yesus. Kitab wahyu tidak di berikan kepada kita sebagai bahan spekulasi atau perkiraan.yang menjadi Tekanan dalam kitab ini adalah penerapan yang benar,dan bukan pikiran yang sia-sia.

D.    PENERIMA
Secara khusus kitab ini di tulis untuk 7 jemaat tertentu di 7kota ‘asia kecil”yaitu propinsi asia yang terletak di bagian barat Negara turki (wahyu 1:11).jarak antara 7 kota itu sekitar 50-80 km. Setiap 7 kota tersebutmempunyai kantor pos besar untuk wilayah propinsi asia bagian barat-tengah. Secara umum,sebagai bagian dari Alkitab.kitab inidi tulis untuk setiap orang Kristen(wahyu 2:7,17)

E.     HIPOTESA
Kesimpulan sementara yang penulis angkat berdasarkan apa yang penulis ketahui tentang siapa kedua saksi Allah yang yang dibicarakan dalam kitab Wahyu adalah Musa dan Elia.



F.     RUANG LINGKUP
Pada pembahasan ini tidaklah dibahas ayat demi ayat dari pasal ini tetapi pada pada pembahasan ini dibahas ialah sebatas siapa kedua saksi tersebut.




B A B  II
ISI
A.    Kedua Saksi
Dalam kitab wahyu dikatakan bahwa kedua saksi tersebut adalah Kedua  Pohon zaitun dan Kedua kaki dian (Why 11:4), dalam kitab zakaria dikatakan bahwa kedua saksi itu adalah kandil emas dan pohon zaitun (Zak 4:2-3), dan hal ini tentu saja merupkan kiasan yang perlu untuk kita ketahui kebenaran yang sebenarnya, siapakah kedua saksi tersebut.  Pada ayat selanjutnya dari kitab wahyu dikatakan bahwa mereka bersaksi dan kata mereka yang pastinya menunjuk kepada pribadi yang melakukan hal tersebut dan bukan menunjuk kepada pohon zaitun dan juga kaki dian.
*      Pohon Zaitun
(Ibrani zayit; Yunani elaia).  Salah satu pohon paling berharga bagi orang ibrani zaman purba.  Zaitun pertama kali disebut dalam Kej 8:11, saat burung merpati kembali ke baterah dengan membawa sehelai daun zaitun.  Setelah orang Israel menguasai Kanaan, bagi mereka zaitun merupakan tumbuhan yang istimewa (Band Ul 6:11). Di kemudian hari zaitun dan anggur dihargai sebagai sumber  penghasilan yang menguntungkan (I Sam 8:14; II Raj 5:26).
Kendati nama botani zaitun dalam bh Latin adalah Olea euroepaea,  namun  pohon itu dianggap asli Asia Barat, yang kemudian dicirikan berasal dari wilayah Laut Tengah.  Orang Timur menganggap pohon zaitun sebagai simbol kecantikan, kekuatan, berkat ilahi dan kemakmuran. Sejajar dengan tradisi Nuh, zaitun dan burung merpati dihormati sebagai lambang persahabatan dan perdamaian (bnd Mzm 52:10).
Dibeberapa wilayah di Palestina, zaitun yang ada 4 jenisnya di Asia Barat, sering merupakan pohon yang terbesar di sekitarnya.  Zaitun yang dibudidayakan bias tumbuh sampai kr 6 m tingginya.  Batangnya berubah-ubah bentuknya dan dahannya banyak.  Zaitun berkembang lambat sering mencapai usia sampai beberapa abad, bila tidak diganggu.
Bila pohon zaitun ditebang, maka tunas-tunas baru akan timbul dari akarnya. Ada kalanya sampai 5 batang pohon baru. Batang pohon yang mati biasanya juga bertunas demikian (bnd Mzm 128:3).
Pohon zaitun luas dipakai sebagai simbol dikalangan orang Ibrani.  Kekokohan dan kelebatan buah pohon itu menggambarkan orang benar yang ideal (Mzm 52:8; Hos 14:6), yang keturunannya dilukiskan sebagai ‘tunas pohon zaitun’ (Mzm 128:3). Sebagai kiasan yang mengacu pada kecakapan karena bunga zaitun kadang-kadang berguguran (Ayb 15:33). Dalam Zak 4:3 kedua pohon zaitun itu adalah lambang keberhasilan mencakup kelimpahan, dengan mana Allah menyediakan segala sesuatu untuk keperluan manusia.[1]
Dalam budaya orang Yunani dan juga bagi orang Israel pohon zaitun juga melambangkan beberapa hal lain antara lain sebagai berikut:
  • Pohon kebijaksanaan: Dalam beberapa budaya tradisi mengatakan bahwa pohon zaitun berbakat untuk dari dewa kepada orang-orang, Dengan demikian, simbol dewi Athena samping burung hantu melambangkan cabang zaitun.
  • Pohon perdamaian: Irena, dewa perdamaian, putri dari Zeus dan Bertema, selalu digambarkan dengan cabang zaitun di tangannya.  Kemudian, dalam periode perang, kurir perdamaian dikirim memegang cabang zaitun simbolis di tangan mereka.
  • Pohon harapan: Dalam Perjanjian Lama burung merpati kembali dengan cabang zaitun dalam bahtera, untuk mengumumkan akhir dari banjir dan membawa harapan kepada orang-orang.
  • Pohon cahaya: Minyak zaitun digunakan sebagai minyak lampu dan dengan demikian itu dianggap sumber cahaya.
  • Pohon kesuburan: Dalam tradisi rakyat kedokteran Yunani minyak zaitun dianggap afrodisiak. Orang yang ditawarkan untuk roti pasangan baru dalam bentuk oval yang sebelumnya mereka mendengkur minyak pertama tahun ini, sebagai penangkal kemandulan.
·         Pohon kesehatan: Nilai minyak zaitun bagi kesehatan secara luas dikenal selama berabad-abad.  Dengan demikian, pohon zaitun melambangkan kekuatan dan kesehatan.  Selain itu, simbolisme ini benar-benar akurat karena fakta bahwa pohon-pohon zaitun yang berumur panjang, sederhana dan tahan.
·         Pohon kekayaan: Bagi banyak keluarga pohon zaitun dan produk mereka merupakan sumber pendapatan utama.
·         Pohon keseimbangan: Pohon zaitun dianggap sebagai pohon seimbang oleh bangsa Celtic. Untuk alasan ini mereka mengabdikan hari tanggal 23 September sampai sebagai tanggal tertentu hari memiliki durasi yang sama seperti malam.[2]


*      Kaki Dian
Kaki Dian/ Kandil/ Kaki Pelita/ Pelita, (Ibrani : מנורה - MENÔRÂH). Di dalam Kemah Suci ada Kaki Pelita berhias terbuat dari emas (Keluaran 25:31). Dari batang tiang utama yang menyangga pegangan pelita, muncul 3 pasang cabang dengan arah berlawanan, yang pada ujung-ujungnya ada pegangan pelita berbentuk bunga. Gambar pada beberapa uang logam dan Gerbang Titus di Roma, menolong kita memperoleh bentuknya yang jelas.  Kaki Pelita terbuat dari emas murni seberat satu talenta (± 150 kilogram), terdiri atas alas (kaki), batang, enam cabang – masing-masing tiga sebelah-menyebelah – dan tujuh buah pelita. Batang dan cabang dilengkapi dengan kelopak, tombol, dan kembang. Ukurannya tidak ditulis di dalam Alkitab.[3]
Demikian juga zaman Gereja sepenuhnya berada dalam kegelapan tanpa Roh Kudus.
Kaki Dian Emas dibuat seluruhnya dari emas murni.  Emas menunjuk pada kekayaan sorgawi yang ada pada Pribadi Allah Trinitas.  Dalam pengertian Kaki Dian Emas maka ini menunjuk pada Pribadi Roh Kudus. Emas tempaan adalah emas yang dipanaskan supaya mudah dipukul dan dibentuk. Demikian pula sidang jemaat harus mengalami proses sengsara semacam ini untuk dapat menjadi terang ditengah dunia yang gelap ini.
Sidang jemaat atau anak-anak Tuhan telah dipanggil untuk menjadi sama dengan Kristus. Yohanes 8 : 12; Matius 5:14-16.  Inilah panggilan yang berlaku bagi sidang Mempelai Wanita Tuhan untuk memberi terangnya bagaikan sebuah kota di atas gunung. (Bnd Why 21:9-11).     
Perhatikan juga ayat-ayat berikut ini:
  • I Petrus 2:20-23
  • I Petrus 4:12-14
  • Filipi 1:27-30
  • Filipi 3:10-11
Untuk menjadi terang kita perlu berkorban (sengsara) kalau perlu sampai mengorbankan kepentingan-kepentingan diri/lahiriah demi untuk dipermuliakan oleh Tuhan.
Kaki Dian Emas dibuat dari satu talenta emas artinya hanya SATU Roh Kudus yang memenuhi dan menuntun semua dan seantero sidang jemaat - Efesus 4:4 - satu Tubuh, satu Roh - I Korintus 12:11-14.
Batang dengan 6 cabangnya.
Angka 6 adalah angka manusia - angka 7 adalah angka Ilahi.
Inilah gambaran persekutuan antara Yesus sebagai Pokok Anggur (batang) dengan sidang jemaat sebagai ranting-ranting (6 cabang) supaya berbuah-buah (Yohanes 15:5).  Kelopak, tombol dan bunga menunjuk keadaan/hidup berbuah-buah.  Pada 3 cabang disatu sisi ada 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga dan pada 3 cabang disisi lainnya ada pula 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga.
Ada 9 buah-buah Roh (Galatia 5:22) dan ada 9 karunia-karunia Roh Elkudus (I Korintus 12:7-11). Tiap cabang memiliki 3 perangkat kelopak, tombol dan bunga, sedangkan batang memiliki 4 perangkat. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus telah dipenuhkan Roh Elkudus melebihi ukuran yang ada pada manusia siapapun. (Yesaya 11:2; 61:1-2; Lukas 4:16-19; Wahyu 3:1; 5:6).
Kaki Dian Emas terdiri dari 66 bagian (kelopak, tombol , bunga).
Sepit dan penadah adalah alat untuk menambah terangnya lampu dan alat untuk memadamkannya - ini menunjuk pada "proses penyucian"[4].

B.     Siapakah kedua saksi tersebut

Wahyu 11:3-4 menjelaskan tentang dua saksi: “Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, 1260 hari lamanya (3 1/2 tahun). Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. ”Beberapa penafsir Alkitab mengidentifikasikan kedua saksi itu adalah Henokh (karena tidak mati, Kej 5:24) dan Elia (juga tidak maengalami kematian, 2 Raj 2:11-12) atau Musa. Tetapi, untuk hal ini ada 3 alasan penting yang mengindikasikan mereka adalah Musa dan Elia.
Musa dan Elia adalah 2 orang yang berpengaruh dalam sejarah bangsa Yahudi. Musa memperkenalkan Hukum Tuhan yang tertulis kepada Israel. Elia figur pemimpin profetik. Ketika orang Yahudi menyebut “Musa dan Elia”, itu berarti “Hukum dan Para Nabi”. Musa dan Elia bersama Yesus dan ketiga murid di atas gunung ketika Yesus berubah rupa di depan mereka (Mat 17).
Kedua saksi punya kuasa untuk membunuh dengan api dari mulut mereka terhadap orang yang mau menyakiti mereka. “Langit ditutup, sehingga hujan tidak turun”, “mengubah air jadi darah”, “menimpakan bumi dengan berbagai wabah, kapan saja mereka menginginkan” (Wahyu 11:5,6). Ini adalah seluruh mujizat yang dilakukan Musa dan Elia. Elia terkenal memanggil api turun dari langit, peristiwa yang terkenal dalam 1 Raj 18:36-38 ketika pertandingan Elia dan para nabi Baal. Elia juga dihubungkan secara ilahi penyebab musim kering dan penghakiman dengan api. Musa tentu saja, berhubungan dengan 10 Tulah yang menimpa Mesir sebelum Peristiwa Keluarnya bangsa Israel.
Dua Saksi dalam Wahyu 11 akan memainkan peran penting dalam penuaian jiwa besar-besaran selama 42 bulan pertama dari masa Tribulasi. Mereka akan mengajarkan jutaan orang Yahudi di Tanah Kudus hal-hal teologia dan rohani yang memimpin mereka kepada Injil Kristus.
Pekerjaan supranatural dipercayakan kepada dua saksi yang menjadi kesaksian akan eksistensi dan kuasa Allah yang Hidup. Antikristus tidak akan punya kuasa terhadap mereka sampai waktunya tiba. Kita mungkin berharap dua saksi ini menentang dan akhirnya mengalahkan Antikristus, seperti Musa lakukan terhadap Firaun dan Elia terhadap Ahab dan Izebel. Namun itu bukan tujuan mereka.
Ketika mereka menyelesaikan kesaksian mereka, binatang yang keluar dari jurang maut akan membuat perang melawan mereka, mengalahkan mereka dan membunuh mereka. Dan mayat mereka akan dipertontonkan di jalan pada kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, dimana Yesus disalibkan. Dan mereka yang tinggal di bumi akan bergembira menyaksikannya, berpesta, dan saling memberikan hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. (Wahyu 11:7-8,10)
Untuk alasan yang hanya diketahui oleh Allah, Allah akan membiarkan Antikristus untuk mengalahkan dan membunuh dua saksi sampai mereka “menyelesaikan kesaksian/tugas mereka”. Sebelum waktu itu, mereka tidak mungkin terbunuh, setiap orang yang mengancam mereka akan dibunuh dengan api yang keluar dari mulut mereka.
Setelah matinya dua saksi, orang yang tidak diselamatkan yang begitu membenci mereka akan menolak mereka untuk dikuburkan, malah membiarkan sisa-sisa mayat mereka membusuk di jalan-jalan Yerusalem. Kemudian mereka akan “bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah” dalam merayakan kematian dua saksi (Wahyu 11:9)
Yohanes menubuatkan bahwa “Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya” Bagaimana seluruh dunia melihat mayat mereka? Bahkan baru-baru ini “sebelum 15 tahun tahun lalu” kelihatan mustahil untuk menggenapi nubuat ini, namun hari ini kemajuan teknologi dapat menyiarkan berita secara global. Arti nubuat ini tidak perlu terlalu ditekankan.
Ketika mereka yang tak ditebus “orang-orang, suku bangsa, bahasa, dan negara-negara” menatap mayat yang membusuk dari dua saksi, tidak diragukan mereka akan berpikir, “Ha! Lihat itu, kamu pengacau yang menyedihkan!” Tetapi mereka terlalu cepat gembira. Yohanes menubuatkan bahwa selagi dunia sedang menyaksikan, Tuhan akan lakukan suatu keajaiban yang luar biasa .
Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: “Naiklah ke mari!” Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga. (Wahyu 11:11-13)
Selain itu, kebangkitan dua saksi akan merupakan suatu tanda yang penuh kasih demi Allah Yang Maha Kuasa untuk membuat kuasa dan keberadaan nya dikenal di seluruh bumi. Jutaan orang yang ditegur oleh yang 144.000 Para saksi Yahudi dan yang dihukum oleh Roh Kudus akan melihat demonstrasi ini dari kuasa ilahi dan bereaksi terhadap Juru Selamat. Masyarakat Yerusalem akan mempunyai lebih banyak alasan untuk menjawab, karena Yohanes menceritakan kepada kita bahwa dari suatu gempa bumi yang perkasa yang akan merobohkan sepersepuluh dari kota masa lampau dan membunuh 7.000 orang.
Bahkan dalam Wahyu, setelah penghakiman ilahi menimpa bumi, kita membaca bahwa orang-orang menolak untuk bertobat dan bahkan menghujat Tuhan (Wahyu 16:9, 11). Tetapi bukan waktu ini. Yohanes menunjukkan bahwa ” orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.” Arti dari ayat ini adalah pusat kisah ini, dan sampai masa terakhir. Tuhan mendatangkan wabah dan penghakiman Tribulasi/kesengsaraan menyebabkan masyarakat dunia bertobat dan berbalik kepada-Nya. Allah menceritakan kepada kita berulang kali dalam perkataanNya bahwa Dia ”tidak berkenan kepada kematian orang fasik” tetapi sebagai gantinya menginginkan bahwa mereka berbalik dari dosa mereka dan Percaya kepada Dia (Yehezkiel 33:11).[5]
Dalam Novel LEFT BEHIND, seorang pendeta merekam khotbahnya dalam VCD untuk orang-orang yang tertinggal yang tidak mengalami pengangkatan: asing/aneh Sebagai ini boleh bunyi kepada kamu, ini adalah Usaha terakhir Tuhan untuk mendapat perhatian dari tiap orang yang telah mengabaikan atau menolak Dia. Ia sedang membiarkan sekarang suatu periode yang luas tentang pencobaan dan kesengsaraan yang menimpamu yang tertinggal. Ia telah memindahkan gereja-Nya dari dunia jahat yang mencari jalan sendiri, kesenangan sendiri, dan akhirnya sendiri.” Left Behind: Kebangkitan dua saksi akan mengingatkan mereka yang tertinggal untuk merenungi diri mereka, meninggalkan pencarian kalut mereka untuk kesenangan dan pemenuhan diri, dan berbalik pada Kristus untuk keselamatan.[6]
Jadi Dua Saksi yang dimaksud dalam kitab Wahyu kemungkinan besar menunjuk pada “Musa dan Elia

C.    Pandangan Penulis Tentang Kedua saksi
Bertolak dari  uraian tentang Pohon Zaitun dan kaki dian penulis berkesimpulan bahwa kedua saksi tersebut adalah MUSA & ELIA
A.    Elia
a.       karena kalau kita melihat bahsa Yunani tentang pohon zaitun maka kita temui ialah elaia,
b.      Elia sudah di Nubuatkan dalam Perjanjian Lama bahwa “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah (Mal 4:5-6). 
c.       Karena pelayanan Elia dalam Perjanjian Lama, yakni mencegah turunnya hujan selama tiga tahun akan diulangi oleh seorang saksi pada masa siksaan.[7]
B.     Musa
a.        berdasar arti dari kaki dian maka kita tahu bahwa kaki dian melambangkan Roh Kudus dan kalu kita korelasikan dengan Maka kita temui bahwa musa adalah satu-satunya orang yang hubungannya sangat dekat dengan Allah bahkan sebelum dia atau pun sesudah dia tidak ada orang yang hubunganya sebegitu dekat dengan Allah selain Musa, bahkan Alkitab mencatat bahwa Musa melihat Allah dengan mata jasmaninya sendiri.
b.      Selain alasan itu penulis merasa yakin bahwa kedua Orang ini yang akan menjadi dua saksi di Akhir zaman karna kita ingat ketika Yesus berdoa di bukit dan yang datang menemui Ia adalah Musa dan Elia.
c.       Karena Yudas 9, dimana kita diberitahukan bahwa setelah kematian Musa, iblis berusaha memperoleh mayatnya, supaya Allah tidak dapat memakainya melawan antikristus selama masa siksaan
d.      Karena pekerjaan Musa dalam Perjanjian Lama mengubah air menjadi darah akan diulangi oleh seorang saksi pada masa siksaan.[8]






















B A B III

PENUTUP

C.    Kesimpulan

Dari pembahasa masalah yang penulis kemukakan dan juga berdasarkan penelitian yang penulis lakukan tentang dua saksi yang bersaksi di Akhir zaman nanti maka penulis temukan bahwa kedua saksi itu adalah MUSA dan ELIA.

D.    Saran
Penulis berharap dalam melakukan Eksegese selidikilah suatu masalah yang lebih diteil lagi dan penafsiran yang baik adalah ketika kita tidak lari dari konteks yang sebenarnya karna teks lahir dari konteks









[1] Ensiklopedi M-Z
[2] Internet
[3] Ibid
[4] ibid
[5] Ibid
[6] The Authorized Left Behind Handbook by Tim LaHaye, Jerry B. Jenkins, and Sandi L. Swanson. Tyndale House Publishers, 2005
[7] Esktologi, H.L Wilmington, Penerbit Gandum Mas, Hal 190
[8] Ibid

1 comment:

  1. Kedua saksi bukanlah Musa dan Elia secara fisik tetapi dua orang yang mempunyai roh dan kuasa seperti Musa dan Elia.

    ReplyDelete