DAFTAR ISI
LEMBARAN
JUDUL
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………..
BAB
I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….
a.
LATAR BELAKANG……………………………………………………………….
b.
PENULIS………………………………………………………………………………
c. TANGGAL
PENULISAN…………………………………………………………….
d. TUJUAN
PENULISAN……………………………………………………………….
e.
PENERIMA……………………………………………………………………………
f.
HIPOTESA…………………………………………………………………………….
g.
RUANG LINGKUP……………………………………………………………………
BAB II ISI…………………………………………………………………………………….
A.
Kedua Saksi……………………………………………………………………………
ü Pohon
Zaitun…………………………………………………………………..
ü Kaki
Dian……………………………………………………………………...
B.
Siapakah Kedua Saksi Tersebut
……………………………………………………...
C.
Pandangan PenulisTentang Kedua saksi…………………………………………….
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………
A.
Kesimpulan…………………………………………………………………………… De JeLover'sDavnny.Blogspot.com
B.
Saran …………………………………………………………………………………..
12
B A B I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kitab
ini (wahyu) merupakan satu kitab dari 27 kitab PB yang ada.yang berbicara
tentang banyak hal. Salah satunya: tentang dua saksi Allah yang dikatakan bahwa
mereka akan bersaksi ditengah-tengah kesengsaraan besar.
B.
PENULIS
Kitab
wahyu 1:1,4,9 dan pasal 22:8 menyatakan tanpa penjelasan bahwa kitab wahyu di
tulis oleh. Yohanes.oleh karena tidak ada keterangan tentang seorang Yohanes
yang lain,maka menurut penulis, Yohanes yang di maksudkan adalah Rasul
Yohanes.Justinus Martyr menulis dalam dialog dengan. Trypho (tahun 135) bahwa
Rasul Yohanes adalah penulis kitab wahyu.peryataan itu dapat di terima. Kebenarannya
karena,selama beberapa tahun Justinus tinggal di
efesus.Eusebius,Irenus,Clement, Origent,Tertulianus dan Hippolytus juga
mendukung pengertian ini,bahwa Rasul Yohanes sendiri penulis kitab wahyu.
C.
TANGGAL
PENULISAN
Menurut
sarjana zaman ini,kitab wahyu di tulis pada masa kerajaan kaisar Domitianus di
roma
(tahun
81-96),atay paada akhir kerajaan kaisar Nero (tahun 54-68).
D.
TUJUAN PENULISAN
Kitab
di tulis dan di kirim kepada orang-orang kristendari ke-7 jemaat untuk mendorong,menegur
dan, Membesarkan hati mereka(dan hati kita)hal ini di ungkapkan secara jelas
melalui tegiran-teguran. Tuhan Yesus dan janji kemenangan-Nya yang akan
mengalahkan segala kejahatan yang mengancamMereka.selaian kitab ini di tulis
untuk menentang supaya mereka bertobat atau supaya mereka, Berdiri tegak,sesuai
dengan mereka masing-masing.dengan demikian,jika mereka menanti apa yang Mereka
tulis dalam kitab ini mereka akan turut bersukacita karena Tuhan Yesus. Kitab
wahyu tidak di berikan kepada kita sebagai bahan spekulasi atau perkiraan.yang
menjadi Tekanan dalam kitab ini adalah penerapan yang benar,dan bukan pikiran
yang sia-sia.
D.
PENERIMA
Secara
khusus kitab ini di tulis untuk 7 jemaat tertentu di 7kota ‘asia kecil”yaitu
propinsi asia yang terletak di bagian barat Negara turki (wahyu 1:11).jarak
antara 7 kota itu sekitar 50-80 km. Setiap 7 kota tersebutmempunyai kantor pos
besar untuk wilayah propinsi asia bagian barat-tengah. Secara umum,sebagai
bagian dari Alkitab.kitab inidi tulis untuk setiap orang Kristen(wahyu 2:7,17)
E.
HIPOTESA
Kesimpulan
sementara yang penulis angkat berdasarkan apa yang penulis ketahui tentang
siapa kedua saksi Allah yang yang dibicarakan dalam kitab Wahyu adalah Musa dan
Elia.
F.
RUANG
LINGKUP
Pada pembahasan
ini tidaklah dibahas ayat demi ayat dari pasal ini tetapi pada pada pembahasan
ini dibahas ialah sebatas siapa kedua saksi tersebut.
B A B II
ISI
A.
Kedua Saksi
Dalam kitab wahyu dikatakan bahwa kedua
saksi tersebut adalah Kedua Pohon zaitun
dan Kedua kaki dian (Why 11:4), dalam kitab zakaria dikatakan bahwa kedua saksi
itu adalah kandil emas dan pohon zaitun (Zak 4:2-3), dan hal ini tentu saja
merupkan kiasan yang perlu untuk kita ketahui kebenaran yang sebenarnya,
siapakah kedua saksi tersebut. Pada ayat
selanjutnya dari kitab wahyu dikatakan bahwa mereka bersaksi dan kata mereka
yang pastinya menunjuk kepada pribadi yang melakukan hal tersebut dan bukan
menunjuk kepada pohon zaitun dan juga kaki dian.
(Ibrani zayit; Yunani elaia). Salah satu pohon paling berharga bagi orang
ibrani zaman purba. Zaitun pertama kali
disebut dalam Kej 8:11, saat burung merpati kembali ke baterah dengan membawa
sehelai daun zaitun. Setelah orang
Israel menguasai Kanaan, bagi mereka zaitun merupakan tumbuhan yang istimewa
(Band Ul 6:11). Di kemudian hari zaitun dan anggur dihargai sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan (I Sam 8:14;
II Raj 5:26).
Kendati nama botani zaitun dalam bh
Latin adalah Olea euroepaea, namun
pohon itu dianggap asli Asia Barat, yang kemudian dicirikan berasal dari
wilayah Laut Tengah. Orang Timur
menganggap pohon zaitun sebagai simbol kecantikan, kekuatan, berkat ilahi dan
kemakmuran. Sejajar dengan tradisi Nuh, zaitun dan burung merpati dihormati
sebagai lambang persahabatan dan perdamaian (bnd Mzm 52:10).
Dibeberapa wilayah di Palestina, zaitun
yang ada 4 jenisnya di Asia Barat, sering merupakan pohon yang terbesar di
sekitarnya. Zaitun yang dibudidayakan
bias tumbuh sampai kr 6 m tingginya.
Batangnya berubah-ubah bentuknya dan dahannya banyak. Zaitun berkembang lambat sering mencapai usia
sampai beberapa abad, bila tidak diganggu.
Bila pohon zaitun ditebang, maka
tunas-tunas baru akan timbul dari akarnya. Ada kalanya sampai 5 batang pohon
baru. Batang pohon yang mati biasanya juga bertunas demikian (bnd Mzm 128:3).
Pohon zaitun luas dipakai sebagai simbol
dikalangan orang Ibrani. Kekokohan dan
kelebatan buah pohon itu menggambarkan orang benar yang ideal (Mzm 52:8; Hos
14:6), yang keturunannya dilukiskan sebagai ‘tunas pohon zaitun’ (Mzm 128:3).
Sebagai kiasan yang mengacu pada kecakapan karena bunga zaitun kadang-kadang
berguguran (Ayb 15:33). Dalam Zak 4:3 kedua pohon zaitun itu adalah lambang
keberhasilan mencakup kelimpahan, dengan mana Allah menyediakan segala sesuatu
untuk keperluan manusia.[1]
Dalam budaya orang Yunani dan juga bagi
orang Israel pohon zaitun juga melambangkan beberapa hal lain antara lain
sebagai berikut:
- Pohon kebijaksanaan: Dalam beberapa budaya tradisi mengatakan bahwa pohon zaitun berbakat untuk dari dewa kepada orang-orang, Dengan demikian, simbol dewi Athena samping burung hantu melambangkan cabang zaitun.
- Pohon perdamaian: Irena, dewa perdamaian, putri dari Zeus dan Bertema, selalu digambarkan dengan cabang zaitun di tangannya. Kemudian, dalam periode perang, kurir perdamaian dikirim memegang cabang zaitun simbolis di tangan mereka.
- Pohon harapan: Dalam Perjanjian Lama burung merpati kembali dengan cabang zaitun dalam bahtera, untuk mengumumkan akhir dari banjir dan membawa harapan kepada orang-orang.
- Pohon cahaya: Minyak zaitun digunakan sebagai minyak lampu dan dengan demikian itu dianggap sumber cahaya.
- Pohon kesuburan: Dalam tradisi rakyat kedokteran Yunani minyak zaitun dianggap afrodisiak. Orang yang ditawarkan untuk roti pasangan baru dalam bentuk oval yang sebelumnya mereka mendengkur minyak pertama tahun ini, sebagai penangkal kemandulan.
·
Pohon
kesehatan: Nilai
minyak zaitun bagi kesehatan secara luas dikenal selama berabad-abad. Dengan demikian, pohon zaitun melambangkan
kekuatan dan kesehatan. Selain itu, simbolisme ini
benar-benar akurat karena fakta bahwa pohon-pohon zaitun yang berumur panjang,
sederhana dan tahan.
·
Pohon
kekayaan: Bagi
banyak keluarga pohon zaitun dan produk mereka merupakan sumber pendapatan
utama.
·
Pohon
keseimbangan:
Pohon zaitun dianggap sebagai pohon seimbang oleh bangsa Celtic. Untuk alasan
ini mereka mengabdikan hari tanggal 23 September sampai sebagai tanggal
tertentu hari memiliki durasi yang sama seperti malam.[2]
Kaki Dian/ Kandil/
Kaki Pelita/ Pelita, (Ibrani : מנורה
- MENÔRÂH). Di dalam Kemah Suci ada Kaki Pelita berhias terbuat
dari emas (Keluaran 25:31). Dari batang tiang utama yang menyangga pegangan
pelita, muncul 3 pasang cabang dengan arah berlawanan, yang pada ujung-ujungnya
ada pegangan pelita berbentuk bunga. Gambar pada beberapa uang logam dan
Gerbang Titus di Roma, menolong kita memperoleh bentuknya yang jelas. Kaki Pelita terbuat dari emas murni seberat
satu talenta (± 150 kilogram), terdiri atas alas (kaki), batang, enam cabang –
masing-masing tiga sebelah-menyebelah – dan tujuh buah pelita. Batang dan
cabang dilengkapi dengan kelopak, tombol, dan kembang. Ukurannya tidak ditulis
di dalam Alkitab.[3]
Demikian juga zaman Gereja sepenuhnya
berada dalam kegelapan tanpa Roh Kudus.
Kaki Dian Emas dibuat seluruhnya dari emas murni. Emas menunjuk pada kekayaan sorgawi yang ada pada Pribadi Allah Trinitas. Dalam pengertian Kaki Dian Emas maka ini menunjuk pada Pribadi Roh Kudus. Emas tempaan adalah emas yang dipanaskan supaya mudah dipukul dan dibentuk. Demikian pula sidang jemaat harus mengalami proses sengsara semacam ini untuk dapat menjadi terang ditengah dunia yang gelap ini.
Sidang jemaat atau anak-anak Tuhan
telah dipanggil untuk menjadi sama dengan Kristus. Yohanes 8 : 12; Matius
5:14-16. Inilah panggilan yang berlaku
bagi sidang Mempelai Wanita Tuhan untuk memberi terangnya bagaikan sebuah
kota di atas gunung. (Bnd Why 21:9-11).
Perhatikan juga ayat-ayat berikut ini:
Untuk menjadi terang kita perlu berkorban (sengsara) kalau
perlu sampai mengorbankan kepentingan-kepentingan diri/lahiriah demi untuk
dipermuliakan oleh Tuhan.
Kaki Dian Emas dibuat dari satu talenta emas artinya hanya SATU Roh Kudus yang
memenuhi dan menuntun semua dan seantero sidang jemaat - Efesus 4:4 - satu
Tubuh, satu Roh - I Korintus 12:11-14.
Batang dengan 6 cabangnya.
Angka 6 adalah angka manusia - angka 7 adalah angka Ilahi.
Inilah gambaran persekutuan antara
Yesus sebagai Pokok Anggur (batang) dengan sidang jemaat sebagai
ranting-ranting (6 cabang) supaya berbuah-buah (Yohanes 15:5). Kelopak, tombol dan bunga menunjuk
keadaan/hidup berbuah-buah. Pada 3
cabang disatu sisi ada 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga dan pada 3
cabang disisi lainnya ada pula 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga.
Ada 9 buah-buah Roh (Galatia 5:22)
dan ada 9 karunia-karunia Roh Elkudus (I Korintus 12:7-11). Tiap cabang
memiliki 3 perangkat kelopak, tombol dan bunga, sedangkan batang memiliki 4
perangkat. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus telah dipenuhkan Roh
Elkudus melebihi ukuran yang ada pada manusia siapapun. (Yesaya 11:2; 61:1-2;
Lukas 4:16-19; Wahyu 3:1; 5:6).
Kaki Dian Emas terdiri dari 66 bagian (kelopak, tombol ,
bunga).
Sepit dan penadah adalah alat untuk menambah terangnya
lampu dan alat untuk memadamkannya - ini menunjuk pada "proses penyucian"[4].
|
B.
Siapakah kedua saksi tersebut
Wahyu 11:3-4 menjelaskan tentang dua saksi: “Dan Aku akan memberi
tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, 1260 hari
lamanya (3 1/2 tahun). Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian
yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. ”Beberapa penafsir Alkitab
mengidentifikasikan kedua saksi itu adalah Henokh (karena tidak mati, Kej 5:24)
dan Elia (juga tidak maengalami kematian, 2 Raj 2:11-12) atau Musa. Tetapi,
untuk hal ini ada 3 alasan penting yang mengindikasikan mereka adalah Musa dan
Elia.
Musa dan Elia adalah 2 orang yang berpengaruh dalam sejarah bangsa Yahudi. Musa memperkenalkan Hukum Tuhan
yang tertulis kepada Israel. Elia figur pemimpin profetik. Ketika orang Yahudi
menyebut “Musa dan Elia”, itu berarti “Hukum dan Para Nabi”. Musa dan Elia
bersama Yesus dan ketiga murid di atas gunung ketika Yesus berubah rupa di
depan mereka (Mat 17).
Kedua saksi punya kuasa untuk membunuh dengan api dari mulut
mereka terhadap orang yang mau menyakiti mereka. “Langit ditutup, sehingga
hujan tidak turun”, “mengubah air jadi darah”, “menimpakan bumi dengan berbagai
wabah, kapan saja mereka menginginkan” (Wahyu 11:5,6). Ini adalah seluruh
mujizat yang dilakukan Musa dan Elia. Elia terkenal memanggil api turun dari
langit, peristiwa yang terkenal dalam 1 Raj 18:36-38 ketika pertandingan Elia
dan para nabi Baal. Elia juga dihubungkan secara ilahi penyebab musim kering
dan penghakiman dengan api. Musa tentu saja, berhubungan dengan 10 Tulah yang
menimpa Mesir sebelum Peristiwa Keluarnya bangsa Israel.
Dua Saksi dalam Wahyu 11 akan memainkan peran penting dalam
penuaian jiwa besar-besaran selama 42 bulan pertama dari masa Tribulasi. Mereka akan mengajarkan jutaan
orang Yahudi di Tanah Kudus hal-hal teologia dan rohani yang memimpin mereka
kepada Injil Kristus.
Pekerjaan
supranatural dipercayakan kepada dua saksi yang menjadi kesaksian akan
eksistensi dan kuasa Allah yang Hidup. Antikristus tidak akan punya kuasa
terhadap mereka sampai waktunya tiba. Kita mungkin berharap dua saksi ini
menentang dan akhirnya mengalahkan Antikristus, seperti Musa lakukan terhadap Firaun dan Elia terhadap Ahab dan Izebel.
Namun itu bukan tujuan mereka.
Ketika mereka menyelesaikan kesaksian mereka, binatang yang
keluar dari jurang maut akan membuat perang melawan mereka, mengalahkan mereka
dan membunuh mereka. Dan mayat mereka akan dipertontonkan di jalan pada kota
besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, dimana Yesus disalibkan. Dan
mereka yang tinggal di bumi akan bergembira menyaksikannya, berpesta, dan
saling memberikan hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi
semua orang yang diam di atas bumi. (Wahyu 11:7-8,10)
Untuk alasan yang hanya diketahui oleh Allah, Allah akan
membiarkan Antikristus untuk mengalahkan dan membunuh dua saksi sampai mereka
“menyelesaikan kesaksian/tugas mereka”. Sebelum waktu itu, mereka tidak mungkin
terbunuh, setiap orang yang mengancam mereka akan dibunuh dengan api yang
keluar dari mulut mereka.
Setelah matinya dua saksi, orang yang tidak diselamatkan
yang begitu membenci mereka akan menolak mereka untuk dikuburkan, malah
membiarkan sisa-sisa mayat mereka membusuk di jalan-jalan Yerusalem. Kemudian
mereka akan “bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling
mengirim hadiah” dalam merayakan kematian dua saksi (Wahyu 11:9)
Yohanes menubuatkan bahwa “Dan orang-orang dari segala
bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari
lamanya” Bagaimana seluruh dunia melihat mayat mereka? Bahkan baru-baru ini
“sebelum 15 tahun tahun lalu” kelihatan mustahil untuk menggenapi nubuat ini,
namun hari ini kemajuan teknologi dapat menyiarkan berita secara global. Arti
nubuat ini tidak perlu terlalu ditekankan.
Ketika mereka yang tak ditebus “orang-orang, suku bangsa,
bahasa, dan negara-negara” menatap mayat yang membusuk dari dua saksi, tidak
diragukan mereka akan berpikir, “Ha! Lihat itu, kamu pengacau yang
menyedihkan!” Tetapi mereka terlalu cepat gembira. Yohanes menubuatkan bahwa
selagi dunia sedang menyaksikan, Tuhan akan lakukan suatu keajaiban yang luar
biasa .
Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari
Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat
mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang
nyaring dari sorga berkata kepada mereka: “Naiklah ke mari!” Lalu naiklah
mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka. Pada
saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota
itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain
sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga. (Wahyu 11:11-13)
Selain itu, kebangkitan dua saksi akan merupakan suatu tanda
yang penuh kasih demi Allah Yang Maha Kuasa untuk membuat kuasa dan keberadaan
nya dikenal di seluruh bumi. Jutaan orang yang ditegur oleh yang 144.000 Para
saksi Yahudi dan yang dihukum oleh Roh Kudus akan melihat demonstrasi ini dari
kuasa ilahi dan bereaksi terhadap Juru Selamat. Masyarakat Yerusalem akan
mempunyai lebih banyak alasan untuk menjawab, karena Yohanes menceritakan
kepada kita bahwa dari suatu gempa bumi yang perkasa yang akan merobohkan sepersepuluh
dari kota masa lampau dan membunuh 7.000 orang.
Bahkan dalam Wahyu, setelah penghakiman ilahi menimpa bumi,
kita membaca bahwa orang-orang menolak untuk bertobat dan bahkan menghujat Tuhan (Wahyu 16:9, 11). Tetapi bukan
waktu ini. Yohanes menunjukkan bahwa ” orang-orang lain sangat ketakutan, lalu
memuliakan Allah yang di sorga.” Arti dari ayat ini adalah pusat kisah ini, dan
sampai masa terakhir. Tuhan mendatangkan wabah dan penghakiman Tribulasi/kesengsaraan menyebabkan masyarakat dunia
bertobat dan berbalik kepada-Nya. Allah menceritakan kepada kita berulang kali
dalam perkataanNya bahwa Dia ”tidak berkenan kepada kematian orang fasik”
tetapi sebagai gantinya menginginkan bahwa mereka berbalik dari dosa mereka dan
Percaya kepada Dia (Yehezkiel 33:11).[5]
Dalam Novel LEFT BEHIND, seorang pendeta merekam khotbahnya
dalam VCD untuk orang-orang yang tertinggal yang tidak mengalami pengangkatan: asing/aneh
Sebagai ini boleh bunyi kepada kamu, ini adalah Usaha terakhir Tuhan untuk mendapat
perhatian dari tiap orang yang telah mengabaikan atau menolak Dia. Ia sedang
membiarkan sekarang suatu periode yang luas tentang pencobaan dan kesengsaraan
yang menimpamu yang tertinggal. Ia telah memindahkan gereja-Nya dari dunia
jahat yang mencari jalan sendiri, kesenangan sendiri, dan akhirnya sendiri.” Left
Behind: Kebangkitan dua saksi akan mengingatkan mereka yang tertinggal
untuk merenungi diri mereka, meninggalkan pencarian kalut mereka untuk
kesenangan dan pemenuhan diri, dan berbalik pada Kristus untuk keselamatan.[6]
Jadi
Dua Saksi yang dimaksud dalam kitab Wahyu kemungkinan besar menunjuk pada “Musa
dan Elia”
C. Pandangan
Penulis Tentang Kedua saksi
Bertolak
dari uraian tentang Pohon Zaitun dan
kaki dian penulis berkesimpulan bahwa kedua saksi tersebut adalah MUSA & ELIA
A.
Elia
a. karena kalau kita melihat bahsa
Yunani tentang pohon zaitun maka kita temui ialah elaia,
b. Elia sudah di Nubuatkan dalam Perjanjian Lama bahwa
“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi
Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka
ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak
kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah”
(Mal 4:5-6).
c. Karena pelayanan Elia dalam Perjanjian Lama, yakni
mencegah turunnya hujan selama tiga tahun akan diulangi oleh seorang saksi pada
masa siksaan.[7]
B.
Musa
a.
berdasar arti dari kaki dian maka kita tahu
bahwa kaki dian melambangkan Roh Kudus dan kalu kita korelasikan dengan Maka
kita temui bahwa musa adalah satu-satunya orang yang hubungannya sangat dekat
dengan Allah bahkan sebelum dia atau pun sesudah dia tidak ada orang yang
hubunganya sebegitu dekat dengan Allah selain Musa, bahkan Alkitab mencatat
bahwa Musa melihat Allah dengan mata jasmaninya sendiri.
b.
Selain alasan
itu penulis merasa yakin bahwa kedua Orang ini yang akan menjadi dua saksi di
Akhir zaman karna kita ingat ketika Yesus berdoa di bukit dan yang datang
menemui Ia adalah Musa dan Elia.
c.
Karena Yudas 9,
dimana kita diberitahukan bahwa setelah kematian Musa, iblis berusaha
memperoleh mayatnya, supaya Allah tidak dapat memakainya melawan antikristus
selama masa siksaan
d.
Karena pekerjaan
Musa dalam Perjanjian Lama mengubah air menjadi darah akan diulangi oleh
seorang saksi pada masa siksaan.[8]
B
A B III
PENUTUP
C.
Kesimpulan
Dari pembahasa masalah yang penulis kemukakan dan
juga berdasarkan penelitian yang penulis lakukan tentang dua saksi yang
bersaksi di Akhir zaman nanti maka penulis temukan bahwa kedua saksi itu adalah
MUSA dan ELIA.
D.
Saran
Penulis berharap dalam melakukan Eksegese
selidikilah suatu masalah yang lebih diteil lagi dan penafsiran yang baik
adalah ketika kita tidak lari dari konteks yang sebenarnya karna teks lahir
dari konteks
Kedua saksi bukanlah Musa dan Elia secara fisik tetapi dua orang yang mempunyai roh dan kuasa seperti Musa dan Elia.
ReplyDelete