Thursday, 22 August 2013

Eksegese Kitab Roma 1:16-17



B A B  I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dalam pokok ini Paulus mulai menyatakan bahwa ia sangat bangga dan merasa terhormat dengan pemberitaan Injil-nya.  Sangat mengherankan apabila kita menerti latar belakang pernyataan ini.  Paulus telah dienjarakan di Filipi, dikejar-kejar sehingga keluar dari Tesalonika, diseludupkan keluar dari Berea, dicemooh di Athena dan di Korintus pemberitaannya adalah kebodohan bagi orang Yunani dan menjadi batu-sandungan bagi orang Yahudi.  Justru karena latar belakan inilah ia menyatakan kebanggaannya atas Injil yang ia beritakan.  Ada sesuatu di dalam injil yang membuat Paulus dapat menyatakan kemenangan atas apa yang orang dapat lakukan terhadapnya. [1]
Dan juga apa mendorong Paulus untuk memberi kesaksian tentang injil Di Roma? Karena Paulus mempunyai keyakina bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang percaya dan keselamatan itu di anugerahkan pada setiap orang percaya, pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani, dalam terjemahan BIS kata Yunani diganti dengan bangsa-bangsa lain.  Dan sebagai orang percaya yang sudah menerima anugrah keselamatan dengan cuma-Cuma, oleh sebab itu berikanlah juga anugrah keselamatan itu juga secara cuma-cuma kepada orang lain.
B A B  II
ISI

A.    Mengapa Injil adalah kekuatan Allah ? (Rm 1:16a)
Kata Injil berasal dari bahasa Yunani ialah euaggelion yang berarti kabar baik.[2]  dalam ensiklopedi dikatakan bahwa Injil adalah kabar baik bahwa Allah di dalam Yesus Kristus telah memenuhi janji-janji-Nya kepada Israel, dan bahwa suatu jalan keselamatan telah dibuka bagi semua orang.[3]
Dalam bahasa aslinya injil dikatakan sebagai kabar baik dan ada banyak hal yang terjadi dalam hidup yang kalau mau dilihat bahwa hal-hal tersebut juga  merupakan kabar baik misalnya, kalau kita mendapatkan leptop yang baru, hp blackberry yang baru, atau dapat pacar yang kita impikan itu adalah kabar baik, kalau demikian apa itu kabar baik yang dimaksudkan oleh Alkitab? Kabar baik yang dimaksudkan ialah kabar baik tentang Yesus Kristus (tentang kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, kematian-Nya, kebangkitab-Nya dan kenaikan-Nya) dan itu merupakan kabar baik yang dimaksudkan oleh Alkitab.
Kalau kabar baik atau yang disebut Injil berarti dalam kabar baik tersebut pastilah berbicara tetang pribadi Yesus sendiri yang di mana oleh-Nya keselamatan telah datang ke dunia dan Yesus sendiri adalah Firman, Alkitab mengatakan bahwa Allah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambik rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Fil 2:6-7), berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa Injil adalah Firman dan Firman itu adalah Allah sendiri (Yoh 1:1).
Dan kalau demikian halnya maka nyatalah kekuatan Allah di dalam injil tersebut.  Berbicara tetang kekuatan dalam konteks ini kata kekuatan berasal dari bahasa Yunani “Dunamis yang berarti kesamnggupan, kuasa, kekuatan, arti perbuatan berkuasa, mukjizat, kuasa supranatural dan lain-lain, dan kalau kita ganti kata kekuatan dengan kuasa supranatural Allah maka ketika kita memberitakan injil kita akan melihat kuasa supranatural Allah bekerja dalam pemberitaan injil kita, ada seorang hamba Tuhan pernah mengatakan kepada saya seperti ini kalau mau lihat kuasa Allah berlaku atas hidupmu maka beritakan injilah dan hal ini dikatakannya karana ia sudah bahkan sering mengalami hal tersebut dalam perbertiaan injilnya dan kalau mau dilihat injil adalah kekuatan Allah hal tersebut benar-benar nyata dalam pelayanan Paulus bahwa ia masih bisa bermegah karena injil yang ia beritakan sekalipun ia berjerih lelah, di penjara, didera diluar batas, kerap kali dalam bahaya maut, lima kali disesah orang Yahudi, setiap empat puluh kurang satu pukulan, satu kali dilempari dengan batu, tiga hari karam kapal dan masih banyak lagi (II Kor 11: 23-27), tetapi Paulus masih bisa bermegah itu karena kekuatan dari Injil yang diberikan Tuhan.  Bagi Paulus hal-hal seperti itu tidak membuat ia mundur sedikit pun dalam memberitakan Injil, karena Paulus mempunyai keyakinan yang teguh bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang memberdayakan dan menguatkan dia untuk tetap bertahan dalam memberitakan Injil.
Alasan utama kenapa Injil adalah kekutana Allah karena kalau injil adalah Firman maka dengan Firman apa yang tidak ada menjadi ada, dengan Firman apa yang tidak ada menjadi ada, dengan Firman bumi dijadikan, dan Firman sanggup mengubahkan hidup orang lain (II Tim 3:16), dan banyak hal yang luar biasa yang dapat dilakukan oleh Firman Allah. 
Oleh sebab itu selaku pelayan Tuhan, anak Tuhan jangan pernah takut untuk memberitakan Injil, jangan pernah kecut dan tawar hati ketikan kita mengalami pengucilan dari keluarga kita atau orang-orang sekitar kita karna hal itu Firman Tuhan katakan bahwa dalam mengikuti Kristus belum sampai darahmu tercurah, Kristus sudah memberikan hidupnya kepada kita untuk menebus kita dari dosa begitu berharganya kita dihadapan Tuhan oleh sebab itu jangan takut untuk memberitakan injil kerajaan Allah.

B.     Injil Menyelamatkan setiap orang Percaya (Roma 1:16b)

Berbicara tentang keselamtan, keselamatan adalah merupakan sesuatu hal yang dicari-cari oleh setiap umat manusia dan dan tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak orang yang menghalalkan banyak cara untuk mendapatkan apa yang namannya Keselamatan dalam hal apapun yang pastinya selamat.  kata menyelamatkan berasal dari kata selamat yang berarti luput dari suatu bahaya atau malapetaka, dalam bahsa Yunani kata keselamtan berasal dari kata Soteria yang berarti bahwa Pembebasan, keselamatan, (pembawa) keselamtan.  Kata pembebebasan dan pembawa keselamtan sementara menujuk kepada orang subjek atau pelaku yang menjadi pertanyaannya siapa pelaku?  Di atas telah di   jelasakan bahwa Injil adalah pribadi Allah sendiri dan jelaslah bahwa pembawa keselamatan dan pembebasa ialah Allah sendiri atau injil tersebut.
Konsep keselamatan (Soteria).  Pada waktu itu, sejarah mencatat bahwa keselamtan adalah hal yang dicari-cari orang.  Jarang terjadi dalam sejarah di mana manusia secara Universil bersama-sama mencari keselamtan, kuasa, jalan keluar itulah  yang ditawarkan Injil kepada manusia, keselamatan memiliki banyak arti dan banyak konsep dan dipahami dalam prespektif yang berbeda-beda misalnya, a.  Keselamatan dari penyakit jasmani (Mat 9:21), b.  Keselamtaan dari bahaya (Mat 8:25), c.  Keselamtan dari pencemaran hidup (Kis 2:40), dan keselamtan seperti demikian bukanlah yang dimaksudkan oleh Paulus tetapi keselamatan yang dimakudkan oleh Paulus adalah;  a.  Keselamatan dari keadaan yang hilang (Mat 18:11),  b.  keselamtan dari dosa (Mat 1:21), c.  Keselamatan yang eskatologis, d. Keselamatan dari murka Allah [4] dan hal ini yang di tawarkan oleh Paulus pada setiap tempat yang pernah ia kunjungi.
Kata Yunani Pisteuo memiliki arti yang mendalam.  Mempercayai isi injil hanya sebagian dari makna kata tersebut.  Diluar makna kata tersebut mengandung arti percaya atau komitmen pribadi sampai ke tingkat menyerahkan seluruh diri kepada orang lain.  Sekalipun percaya mencakup sikap tanggap suatu kebenaran atau serangkaian kebenaran, sikap tanggap ini sekedar berupa persetujuan intelektual, tetapi lebih berupa keterlibatan menyeluruh didalam kebenaran yang dipercayai itu.  Percaya kepada Kristus berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia.  Mengandalkan Kristus  artinya menjadi terlibat sepenuhnya didalam kebenaran-kebenaran abadi yang diajarkan oleh Dia dan tentang Dia didalam perjanjian moral, suatu pengabdian dan penyucian diri yang tanpak di dalam setiap aspek kehidupan.[5] 
 Kata setiap orang percaya mengacu kepada kelanjutan dari ayat ini di mana kata setiap orang percaya mengacu kepada orang Yahudi pertama-tama, tetapi juga kepada orang Yunani, yang jadi pertanyaannya kenapa orang Yahudi yang pertama-tama dan kenapa keselamtan itu diberikan kepada bangsa lain? jawabannya karena orang Yahudi merupakan bangsa pilihan Allah dan lewat merekalah anugrah keselamtan itu diberikan kepada mereka dan satu hal yang penting ialah sebenarnya anugrah keselamtan yang bangsa Yahudi terima sehusnya mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain sehingga bangsa-bangsa lain juga dapat mengenal siapa Allah Israel dan mereka juga beroleh keselamtan tetapi, orang Yahudi merasa bahwa mereka yang dipilih Allah untuk menjadi umat kepunyaan Allah sehingga mereka merasa mereka yang paling suci dari pada bangsa-bangsa lain bahkan ketika mereka berjalan dan bersetuhan dengan orang lain yang bukan Yahudi mereka pulang langsung mereka membasuh diri mereka, bahkan lebih buruknya lagi ialah mereka menganggap bahwa bangsa-bangsa lain diciptakan hanya sebagai kayu bakarnya api neraka dan karena hal demikian, maka keselamatan itu diberikan juga kepada bangsa-bangsa lain
Kata Yunani pada ayat 16c dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dikatakan bahwa bangsa-bangsa lain dan hal ini lebih lagi diperjelas bahwa kekuatan dari injil tersebut sanggup mengubahkan hidup  dan terlebih penting lagi ialah meyelamatkan orang yang dalam dosa..
Satu hal yang pasti bahwa janganlah kita menjadi orang yang terfokus hanya kepada jemaat orang lain “pencuri domba orang lain” tapi marilah kita memiliki hati yang berkobar-kobar untuk memberitakan injil bagi orang yang belum mengenal Kristus serpeti orang muslim, hindu, budha dan lain-lain dan satu hal yang pasti bahwa biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan dan juga untuk jiwa-jiwa yang terhilang karena 1 jiwa berharga dimata Tuhan dan 1 jiwa saja di selamtakan seisi surga bertempik sorak karena hal itu.
Jangan pernah menyerah sekalipun ada banyak tatangan dan cobaan yang merintangai tetapilah memiliki satu pemahaman bahwa ketika Allah dipihak kita siapakah lawan kita karena Dengan pemahaman demikian maka kita tidak akan mudah menyerah terhadap apapun juga.


C.    Dalam Injil nyata kebenaran Allah (Rm 1:17a)
Kebenaran berasal dari kata benar yang memiliki arti sesuai sebagaimana adanya, betul, tidak salah, tidak berat sebelah, dapat dipercaya, sah tidak berbohong dan lain-lain, sedangkan kebenaran sendiri memiliki arti keadaan yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya[6].
Kalau teliti dalam bahasa aslinya kata kebenaran berasal dari bahasa Yunani yaitu Dikiosune  yang berarti perbuatan benar, keadialan, ketentuan Allah, pembenaran, status atau hubungan yang benar dengan Allah, dan hal ini yang menjadi kebanggaan dari Rasul Paulus ialah bahwa didalam injil, kebenaran dinyatakan, yaitu yang dicurahkan, dihasilkan dan disalurkan oleh Allah[7].  Satu hal yang pasti bahwa didalam injil nyata kebenaran Allah bahwa injil tidak pernah mengatakan apa yang tidak benar karena dasar dari injil ialah kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus dan hal ini nyata dan andai kalau salah satu dari ketiga hal itu tidak terjadi maka sia-sialah injil yang saya dan saudara percayai.
Bila halnya Kristus mati dan tidak bangkit, maka injil itu bohong tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian karena sekalipun mahkama agama berusaha untuk memutar balikan injil tetapi satu hal yang pasti bahwa didalam Injil nyata kebenaran Allah, dan didalam injil juga nyata keadilan Allah kenapa walaupun injil dari zaman ke zaman terus dihalangi dan ditentang bahkan pada zaman kaisar Nero pernah memusnahkan orang-orang Kristen dan ia juga mengumpulkan semua Alkitab dan ia membakarnya ia pun menaruh tugu di tempat di mana Alkitab-alkitab dibakar dan di tugu itu dikatakan bahwa di sini Kekritenan berakhir tetapi dari itu nyata keadilan Allah bahwa injil sampai sekarang masih tetap bertahan. Satu hal yang pasti bahwa semakin gencarnya injil dimusnahkan semakin gencar pula ia merambat
B A B  III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
 Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya bukan dan injil sanggup menerobos daerah-daerah yang mustahil bagi kita secara manusia tetapi injil mampu untuk menerobos hal yang mustahil menjadi tidak mustahi, oleh sebab itu jangan penah katakana tidak untuk inji dan memberitakan injil karena ketika saudara menolak saudara tidak akan pernah melihat kuasa Allah bekerja didalam hidupmu.
B.     Saran
Adapun penulisa ini jauh dari kesempurnaan oleh sebab itu saran serta kritikan yang membangun dalam membuat peper ini menjadi lebih baik sangatlah dibutuhkan oleh penulis dan penulis juga tetap membuka diri untuk menrima saran dan kritik apabila dikemudian hari peper ini tidak sesuai dengan semestinya.






DAFTAR PUSTAKA
Kamus besar bahasa Indonesia
Tafsiran Alkitab Wyclife, Vol 3. Yayasan Gandum Mas
Dr.  Th.  Van den End, Tafsiran Alkitab Surat Roma. Bpk Gunung Mulia
William Barclay, Pemahaman Alkitab Sehari-hari. Bpk Gunung Mulia
Ensiklopedi


[1] William Barclay, Pemahaman Alkitab sehari-hari Surat Roma

[2] Dr. Th, Van den End, Tafsiaran Surat Roma, hal 50-51
[3] Ensiklopedi
[4]  Wiliam Barclay, pemahaman Alkitab Sehari-hari, hal 33-36
[5] Tafsiran Alkitab Wyclife, vol 3, hal 517
[6] Kamus besar bahasa indonesia
[7] Tafsiran Alkitab Wyclife, vol 3, hal 517