B A B I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam pokok ini Paulus mulai menyatakan bahwa ia
sangat bangga dan merasa terhormat dengan pemberitaan Injil-nya. Sangat mengherankan apabila kita menerti
latar belakang pernyataan ini. Paulus
telah dienjarakan di Filipi, dikejar-kejar sehingga keluar dari Tesalonika,
diseludupkan keluar dari Berea, dicemooh di Athena dan di Korintus
pemberitaannya adalah kebodohan bagi orang Yunani dan menjadi batu-sandungan
bagi orang Yahudi. Justru karena latar
belakan inilah ia menyatakan kebanggaannya atas Injil yang ia beritakan. Ada sesuatu di dalam injil yang membuat
Paulus dapat menyatakan kemenangan atas apa yang orang dapat lakukan
terhadapnya. [1]
Dan juga apa mendorong Paulus untuk memberi
kesaksian tentang injil Di Roma? Karena Paulus mempunyai keyakina bahwa Injil
adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang percaya dan keselamatan itu di
anugerahkan pada setiap orang percaya, pertama-tama orang Yahudi tetapi juga
orang Yunani, dalam terjemahan BIS kata Yunani diganti dengan bangsa-bangsa
lain. Dan sebagai orang percaya yang
sudah menerima anugrah keselamatan dengan cuma-Cuma, oleh sebab itu berikanlah
juga anugrah keselamatan itu juga secara cuma-cuma kepada orang lain.
B A B II
ISI
A.
Mengapa Injil adalah kekuatan Allah
? (Rm 1:16a)
Kata Injil berasal dari bahasa Yunani ialah euaggelion yang berarti kabar baik.[2] dalam ensiklopedi dikatakan bahwa Injil
adalah kabar baik bahwa Allah di dalam Yesus Kristus telah memenuhi
janji-janji-Nya kepada Israel, dan bahwa suatu jalan keselamatan telah dibuka
bagi semua orang.[3]
Dalam bahasa aslinya injil dikatakan sebagai kabar
baik dan ada banyak hal yang terjadi dalam hidup yang kalau mau dilihat bahwa
hal-hal tersebut juga merupakan kabar
baik misalnya, kalau kita mendapatkan leptop yang baru, hp blackberry yang
baru, atau dapat pacar yang kita impikan itu adalah kabar baik, kalau demikian
apa itu kabar baik yang dimaksudkan oleh Alkitab? Kabar baik yang dimaksudkan
ialah kabar baik tentang Yesus Kristus (tentang kelahiran-Nya, pelayanan-Nya,
kematian-Nya, kebangkitab-Nya dan kenaikan-Nya) dan itu merupakan kabar baik
yang dimaksudkan oleh Alkitab.
Kalau kabar baik atau yang disebut Injil berarti
dalam kabar baik tersebut pastilah berbicara tetang pribadi Yesus sendiri yang
di mana oleh-Nya keselamatan telah datang ke dunia dan Yesus sendiri adalah
Firman, Alkitab mengatakan bahwa Allah mengosongkan diri-Nya sendiri dan
mengambik rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Fil 2:6-7),
berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa Injil adalah Firman dan Firman itu
adalah Allah sendiri (Yoh 1:1).
Dan kalau demikian halnya maka nyatalah kekuatan
Allah di dalam injil tersebut. Berbicara
tetang kekuatan dalam konteks ini kata kekuatan berasal dari bahasa Yunani “Dunamis” yang
berarti kesamnggupan, kuasa, kekuatan, arti perbuatan berkuasa, mukjizat, kuasa
supranatural dan lain-lain, dan kalau kita ganti kata kekuatan dengan kuasa
supranatural Allah maka ketika kita memberitakan injil kita akan melihat kuasa
supranatural Allah bekerja dalam pemberitaan injil kita, ada seorang hamba
Tuhan pernah mengatakan kepada saya seperti ini kalau mau lihat kuasa Allah
berlaku atas hidupmu maka beritakan injilah dan hal ini dikatakannya karana ia
sudah bahkan sering mengalami hal tersebut dalam perbertiaan injilnya dan kalau
mau dilihat injil adalah kekuatan Allah hal tersebut benar-benar nyata dalam
pelayanan Paulus bahwa ia masih bisa bermegah karena injil yang ia beritakan
sekalipun ia berjerih lelah, di penjara, didera diluar batas, kerap kali dalam
bahaya maut, lima kali disesah orang Yahudi, setiap empat puluh kurang satu
pukulan, satu kali dilempari dengan batu, tiga hari karam kapal dan masih
banyak lagi (II Kor 11: 23-27), tetapi Paulus masih bisa bermegah itu karena
kekuatan dari Injil yang diberikan Tuhan. Bagi Paulus hal-hal seperti itu tidak membuat
ia mundur sedikit pun dalam memberitakan Injil, karena Paulus mempunyai keyakinan
yang teguh bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang memberdayakan dan menguatkan
dia untuk tetap bertahan dalam memberitakan Injil.
Alasan utama kenapa Injil adalah kekutana Allah
karena kalau injil adalah Firman maka dengan Firman apa yang tidak ada menjadi
ada, dengan Firman apa yang tidak ada menjadi ada, dengan Firman bumi
dijadikan, dan Firman sanggup mengubahkan hidup orang lain (II Tim 3:16), dan
banyak hal yang luar biasa yang dapat dilakukan oleh Firman Allah.
Oleh sebab itu selaku pelayan Tuhan, anak Tuhan
jangan pernah takut untuk memberitakan Injil, jangan pernah kecut dan tawar
hati ketikan kita mengalami pengucilan dari keluarga kita atau orang-orang
sekitar kita karna hal itu Firman Tuhan katakan bahwa dalam mengikuti Kristus
belum sampai darahmu tercurah, Kristus sudah memberikan hidupnya kepada kita
untuk menebus kita dari dosa begitu berharganya kita dihadapan Tuhan oleh sebab
itu jangan takut untuk memberitakan injil kerajaan Allah.
B.
Injil Menyelamatkan setiap orang Percaya (Roma 1:16b)
Berbicara tentang keselamtan, keselamatan adalah
merupakan sesuatu hal yang dicari-cari oleh setiap umat manusia dan dan tidak
bisa dipungkiri bahwa ada banyak orang yang menghalalkan banyak cara untuk
mendapatkan apa yang namannya Keselamatan dalam hal apapun yang pastinya
selamat. kata menyelamatkan berasal dari
kata selamat yang berarti luput dari suatu bahaya atau malapetaka, dalam bahsa
Yunani kata keselamtan berasal dari kata Soteria
yang berarti bahwa Pembebasan, keselamatan,
(pembawa) keselamtan. Kata pembebebasan
dan pembawa keselamtan sementara menujuk kepada orang subjek atau pelaku yang
menjadi pertanyaannya siapa pelaku? Di
atas telah di jelasakan bahwa Injil
adalah pribadi Allah sendiri dan jelaslah bahwa pembawa keselamatan dan pembebasa
ialah Allah sendiri atau injil tersebut.
Konsep keselamatan (Soteria). Pada waktu itu, sejarah mencatat bahwa
keselamtan adalah hal yang dicari-cari orang.
Jarang terjadi dalam sejarah di mana manusia secara Universil
bersama-sama mencari keselamtan, kuasa, jalan keluar itulah yang ditawarkan Injil kepada manusia,
keselamatan memiliki banyak arti dan banyak konsep dan dipahami dalam
prespektif yang berbeda-beda misalnya, a.
Keselamatan dari penyakit jasmani (Mat 9:21), b. Keselamtaan dari bahaya (Mat 8:25), c. Keselamtan dari pencemaran hidup (Kis 2:40),
dan keselamtan seperti demikian bukanlah yang dimaksudkan oleh Paulus tetapi
keselamatan yang dimakudkan oleh Paulus adalah;
a. Keselamatan dari keadaan yang
hilang (Mat 18:11), b. keselamtan dari dosa (Mat 1:21), c. Keselamatan yang eskatologis, d. Keselamatan
dari murka Allah [4] dan hal ini yang di
tawarkan oleh Paulus pada setiap tempat yang pernah ia kunjungi.
Kata Yunani Pisteuo memiliki arti yang
mendalam. Mempercayai isi injil hanya
sebagian dari makna kata tersebut.
Diluar makna kata tersebut mengandung arti percaya atau komitmen pribadi
sampai ke tingkat menyerahkan seluruh diri kepada orang lain. Sekalipun percaya mencakup sikap tanggap suatu
kebenaran atau serangkaian kebenaran, sikap tanggap ini sekedar berupa
persetujuan intelektual, tetapi lebih berupa keterlibatan menyeluruh didalam
kebenaran yang dipercayai itu. Percaya
kepada Kristus berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia. Mengandalkan Kristus artinya menjadi terlibat sepenuhnya didalam
kebenaran-kebenaran abadi yang diajarkan oleh Dia dan tentang Dia didalam
perjanjian moral, suatu pengabdian dan penyucian diri yang tanpak di dalam
setiap aspek kehidupan.[5]
Kata setiap
orang percaya mengacu kepada kelanjutan dari ayat ini di mana kata setiap orang
percaya mengacu kepada orang Yahudi pertama-tama, tetapi juga kepada orang
Yunani, yang jadi pertanyaannya kenapa orang Yahudi yang pertama-tama dan
kenapa keselamtan itu diberikan kepada bangsa lain? jawabannya karena orang
Yahudi merupakan bangsa pilihan Allah dan lewat merekalah anugrah keselamtan
itu diberikan kepada mereka dan satu hal yang penting ialah sebenarnya anugrah
keselamtan yang bangsa Yahudi terima sehusnya mereka menjadi berkat bagi
bangsa-bangsa lain sehingga bangsa-bangsa lain juga dapat mengenal siapa Allah
Israel dan mereka juga beroleh keselamtan tetapi, orang Yahudi merasa bahwa
mereka yang dipilih Allah untuk menjadi umat kepunyaan Allah sehingga mereka
merasa mereka yang paling suci dari pada bangsa-bangsa lain bahkan ketika
mereka berjalan dan bersetuhan dengan orang lain yang bukan Yahudi mereka
pulang langsung mereka membasuh diri mereka, bahkan lebih buruknya lagi ialah
mereka menganggap bahwa bangsa-bangsa lain diciptakan hanya sebagai kayu
bakarnya api neraka dan karena hal demikian, maka keselamatan itu diberikan
juga kepada bangsa-bangsa lain
Kata Yunani pada ayat 16c dalam terjemahan bahasa
Indonesia sehari-hari dikatakan bahwa bangsa-bangsa lain dan hal ini lebih lagi
diperjelas bahwa kekuatan dari injil tersebut sanggup mengubahkan hidup dan terlebih penting lagi ialah meyelamatkan
orang yang dalam dosa..
Satu hal yang pasti bahwa janganlah kita menjadi
orang yang terfokus hanya kepada jemaat orang lain “pencuri domba orang lain”
tapi marilah kita memiliki hati yang berkobar-kobar untuk memberitakan injil
bagi orang yang belum mengenal Kristus serpeti orang muslim, hindu, budha dan
lain-lain dan satu hal yang pasti bahwa biarlah rohmu menyala-nyala dan
layanilah Tuhan dan juga untuk jiwa-jiwa yang terhilang karena 1 jiwa berharga
dimata Tuhan dan 1 jiwa saja di selamtakan seisi surga bertempik sorak karena
hal itu.
Jangan pernah menyerah sekalipun ada banyak tatangan
dan cobaan yang merintangai tetapilah memiliki satu pemahaman bahwa ketika
Allah dipihak kita siapakah lawan kita karena Dengan pemahaman demikian maka
kita tidak akan mudah menyerah terhadap apapun juga.
C.
Dalam Injil nyata kebenaran Allah (Rm 1:17a)
Kebenaran berasal dari kata benar yang memiliki arti
sesuai sebagaimana adanya, betul, tidak salah, tidak berat sebelah, dapat
dipercaya, sah tidak berbohong dan lain-lain, sedangkan kebenaran sendiri
memiliki arti keadaan yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya[6].
Kalau teliti dalam bahasa aslinya kata kebenaran
berasal dari bahasa Yunani yaitu Dikiosune yang berarti perbuatan benar, keadialan,
ketentuan Allah, pembenaran, status atau hubungan yang benar dengan Allah, dan
hal ini yang menjadi kebanggaan dari Rasul Paulus ialah bahwa didalam injil,
kebenaran dinyatakan, yaitu yang dicurahkan, dihasilkan dan disalurkan oleh
Allah[7]. Satu hal yang pasti bahwa didalam injil nyata
kebenaran Allah bahwa injil tidak pernah mengatakan apa yang tidak benar karena
dasar dari injil ialah kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus dan hal ini
nyata dan andai kalau salah satu dari ketiga hal itu tidak terjadi maka
sia-sialah injil yang saya dan saudara percayai.
Bila halnya Kristus mati dan tidak bangkit, maka
injil itu bohong tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian karena sekalipun
mahkama agama berusaha untuk memutar balikan injil tetapi satu hal yang pasti
bahwa didalam Injil nyata kebenaran Allah, dan didalam injil juga nyata
keadilan Allah kenapa walaupun injil dari zaman ke zaman terus dihalangi dan
ditentang bahkan pada zaman kaisar Nero pernah memusnahkan orang-orang Kristen
dan ia juga mengumpulkan semua Alkitab dan ia membakarnya ia pun menaruh tugu
di tempat di mana Alkitab-alkitab dibakar dan di tugu itu dikatakan bahwa di
sini Kekritenan berakhir tetapi dari itu nyata keadilan Allah bahwa injil
sampai sekarang masih tetap bertahan. Satu hal yang pasti bahwa semakin
gencarnya injil dimusnahkan semakin gencar pula ia merambat
B A B III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Injil adalah
kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya bukan dan injil sanggup
menerobos daerah-daerah yang mustahil bagi kita secara manusia tetapi injil
mampu untuk menerobos hal yang mustahil menjadi tidak mustahi, oleh sebab itu
jangan penah katakana tidak untuk inji dan memberitakan injil karena ketika
saudara menolak saudara tidak akan pernah melihat kuasa Allah bekerja didalam
hidupmu.
B. Saran
Adapun penulisa ini jauh dari kesempurnaan oleh
sebab itu saran serta kritikan yang membangun dalam membuat peper ini menjadi
lebih baik sangatlah dibutuhkan oleh penulis dan penulis juga tetap membuka
diri untuk menrima saran dan kritik apabila dikemudian hari peper ini tidak
sesuai dengan semestinya.
DAFTAR PUSTAKA
Kamus
besar bahasa Indonesia
Tafsiran
Alkitab Wyclife, Vol 3. Yayasan Gandum Mas
Dr. Th.
Van den End, Tafsiran Alkitab Surat Roma. Bpk Gunung Mulia
William
Barclay, Pemahaman Alkitab Sehari-hari. Bpk Gunung Mulia
Ensiklopedi
[1]
William Barclay, Pemahaman Alkitab
sehari-hari Surat Roma
[2]
Dr. Th, Van den End, Tafsiaran Surat
Roma, hal 50-51
[3]
Ensiklopedi
[4] Wiliam Barclay, pemahaman Alkitab
Sehari-hari, hal 33-36
[5] Tafsiran
Alkitab Wyclife, vol 3, hal 517
[6]
Kamus besar bahasa indonesia
[7]
Tafsiran Alkitab Wyclife, vol 3, hal 517